Tanah kita kerap
dijamah tangan tak ramah
Rakus membungkus semua
yang berharga bagus
Tamak menyibak potensi
demi kepentingan pribadi
Lapak-lapak kecil
rakyat ditukar dengan apartemant bertingkat
Bisa dilihat
Tak bisa dikecap
Freeport masih milik
orang asing
penduduk mutiara dari timur
pun terasing
sikuai masih dikelola
secara privat
dengan permasalahan
yang tak pernah tamat
ketika masalah ini itu
menyeruak di Indonesia
pemuda lebih tertarik
membahas Lady Gaga dan music korea
ketika tanah kita
berharap turun air perubahan
suara rakyat malah
dibeli untuk kepentingan orasi yang entah akan memperkaya siapa
termakan retorika!
tersungkur realita!
ini tanah kita
kita pemilik syahnya
membiarkan tanah
sendiri ditanami bunga orang lain
betapa bodohnya
mulailah menggeliat,
pemuda!
Bangun dari tidur tak
enak yang dianggap enak
Sadar dari mimpi buruk
yang dipaksa indah
Sudah saatnya kita
menikam
jejek mencari akar!
Netri Yeni, INS KAYU TANAM, 2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar