“Sebelumnya,
sampaikan maafku pada wanita yang saat ini sedang dihatimu. Katakan padanya,
aku tak sengaja memperhatikanmu. Semuanya tanpa rencana. Tanpa agenda. Dan jika
wanita itu tak terima, katakana padaku
“Berhentilah mencintaiku!!!”, sebisa mungkin akan ku
lakukan itu.
**
Kau
tahu, kenapa aku begitu enggan memposting cerita ‘SENJA MERAH JAMBU’ ku kedalam blog pribadiku untuk sekedar dibaca
oleh teman-temanku?
Itu
karna namamu ada didalamnya. Tak hanya nama, pertemuan pertama tanpa sengaja
kita juga ku pinjam sebagai konfliknya. Mengapa konflik? Karna pada saat
melihatmu aku berperang dengan hatiku untuk tidak memasukkanmu ke dalam
palungnya. Kau tahu, jika hatiku sudah memilih memasukkan seorang pria ke dalam
palungnya maka akan ia kunci dalam waktu
yang sangat lama. Ketika air mata lelahku mencintai telah kering, baru ia
bersedia membuka kunci itu dan mengeluarkan pria itu dengan sisa-sisa duka yang
tak hilang dalam kurun waktu sebentar saja. Tapi, ya…aku kalah dalam perang
itu.
Sekarang,
sadarkah kau bahwa kau adalah inspirasi senja merah jambuku? Kaulah yang telah
mewarnai langit kota Pariaman pada hari itu dengan warna merah jambu. Dan
sesampainya dirumah aku langsung menulis tentangmu. Menceritakan pertemuan kita
tadi pada OLALA ku. Jemariku begitu kompak dengan hati dan pikiranku, mengalir
indah begitu saja ketika aku merangkai kata untuk mendeskripsikan keindahanmu.
Hmmh..begitu
aneh memang. Malah aku sempat bertanya dalam hati, apakah engkau jodoh yang ku
minta dihadirkan sesaat sebelum lilin ulang tahunku ku tiup sebulan lalu. Ah,
begitu dekat rasanya jodohku ketika doa itu ku lantunkan dalam hati sebagai
WISHku. AKU BEGITU YAKIN AKAN DIHADIRKAN DENGAN PRIA ITU. Maka tidak heran
ketika melihatmu dan aku jatuh cinta, aku bertanya pada Tuhan “APAKAH DIA
JODOHKU?”. Jika ia aku mau jadi wanita baik-baiknya. Jadi wanita yang sedia
mejaga jiwa raganya untuknya. Menjadi wanita yang terpeihara perkataan dan
perbuatannya. Karena aku menginginkan pria baik-baik itu. Tidak salah kan jika
aku berusaha menjadi wanita yang lebih baik pula. Agar aku berjodoh dengannya.
Aku
tidak mudah jatuh cinta. Untuk membuat hati ini tertarik, aku butuh waktu
sekian lama. Tapi ketika bertemu denganmu, aku rasa aku tidak butuh waktu lagi.
Yang aku butuh kamu beserta cintamu. Haha..aku tidak sedang berusaha merayumu.
Aku hanya berusaha menyampaikan rasaku lewat tulisan ini. Sebuah tulisan yang
nantinya engkau baca atau tidak. Sebuah tulisan yang nantinya hanya akan jadi
orasi hati abadi tanpa kau tanggapi. Itu sebabnya, aku tidak berani menyebut
namamu atau sedikit saja inisialmu. Aku ingin kau membaca dan merasakan
sendiri. Jika hatimu bergetar ketika membacanya, berarti benar;Kau jodohku!
Netri
Olala
Pariaman,
Februari 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar