Kamis, 21 Februari 2013

ORASI HATI


Sebelumnya, sampaikan maafku pada wanita yang saat ini sedang dihatimu. Katakan padanya, aku tak sengaja memperhatikanmu. Semuanya tanpa rencana. Tanpa agenda. Dan jika wanita itu tak terima, katakana padaku “Berhentilah mencintaiku!!!”, sebisa mungkin akan ku lakukan itu.
            **
            Kau tahu, kenapa aku begitu enggan memposting cerita ‘SENJA MERAH JAMBU’ ku kedalam blog pribadiku untuk sekedar dibaca oleh teman-temanku?
            Itu karna namamu ada didalamnya. Tak hanya nama, pertemuan pertama tanpa sengaja kita juga ku pinjam sebagai konfliknya. Mengapa konflik? Karna pada saat melihatmu aku berperang dengan hatiku untuk tidak memasukkanmu ke dalam palungnya. Kau tahu, jika hatiku sudah memilih memasukkan seorang pria ke dalam palungnya maka akan  ia kunci dalam waktu yang sangat lama. Ketika air mata lelahku mencintai telah kering, baru ia bersedia membuka kunci itu dan mengeluarkan pria itu dengan sisa-sisa duka yang tak hilang dalam kurun waktu sebentar saja. Tapi, ya…aku kalah dalam perang itu.
            Sekarang, sadarkah kau bahwa kau adalah inspirasi senja merah jambuku? Kaulah yang telah mewarnai langit kota Pariaman pada hari itu dengan warna merah jambu. Dan sesampainya dirumah aku langsung menulis tentangmu. Menceritakan pertemuan kita tadi pada OLALA ku. Jemariku begitu kompak dengan hati dan pikiranku, mengalir indah begitu saja ketika aku merangkai kata untuk mendeskripsikan keindahanmu.
            Hmmh..begitu aneh memang. Malah aku sempat bertanya dalam hati, apakah engkau jodoh yang ku minta dihadirkan sesaat sebelum lilin ulang tahunku ku tiup sebulan lalu. Ah, begitu dekat rasanya jodohku ketika doa itu ku lantunkan dalam hati sebagai WISHku. AKU BEGITU YAKIN AKAN DIHADIRKAN DENGAN PRIA ITU. Maka tidak heran ketika melihatmu dan aku jatuh cinta, aku bertanya pada Tuhan “APAKAH DIA JODOHKU?”. Jika ia aku mau jadi wanita baik-baiknya. Jadi wanita yang sedia mejaga jiwa raganya untuknya. Menjadi wanita yang terpeihara perkataan dan perbuatannya. Karena aku menginginkan pria baik-baik itu. Tidak salah kan jika aku berusaha menjadi wanita yang lebih baik pula. Agar aku berjodoh dengannya.
            Aku tidak mudah jatuh cinta. Untuk membuat hati ini tertarik, aku butuh waktu sekian lama. Tapi ketika bertemu denganmu, aku rasa aku tidak butuh waktu lagi. Yang aku butuh kamu beserta cintamu. Haha..aku tidak sedang berusaha merayumu. Aku hanya berusaha menyampaikan rasaku lewat tulisan ini. Sebuah tulisan yang nantinya engkau baca atau tidak. Sebuah tulisan yang nantinya hanya akan jadi orasi hati abadi tanpa kau tanggapi. Itu sebabnya, aku tidak berani menyebut namamu atau sedikit saja inisialmu. Aku ingin kau membaca dan merasakan sendiri. Jika hatimu bergetar ketika membacanya, berarti benar;Kau jodohku!

                                                                                    Netri Olala
                                                                                    Pariaman, Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar